Jakarta, 30 Oktober 2026 - Inventra Mega Business melalui pilar Inventra Law Edu berpartisipasi dalam kegiatan Project Solivasi (Sosial Literasi Inovasi) bertema “Legal AI & Technology: Pengembangan Kompetensi Mahasiswa Hukum dalam Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial dan Teknologi Hukum” yang diselenggarakan di Kampus Jakarta Universitas Esa Unggul. Kegiatan ini menjadi momentum pengenalan awal sejumlah inisiatif pengembangan kompetensi di bidang hukum dan teknologi yang direncanakan untuk dilaksanakan secara bertahap.
Project Solivasi diselenggarakan melalui kolaborasi Sosial Literasi, Inventra Law & Business, Asosiasi Legal Prompt Engineer Indonesia (ALPEI), dan Law Laboratory. Kegiatan dihadiri oleh lima tamu undangan, lima fasilitator, serta 25 calon peserta. Dalam sambutannya, Ade Gunawan selaku President Commissioner Inventra Law & Business menyoroti pentingnya pengembangan keterampilan pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam bidang hukum, mengingat kompetensi tersebut masih relatif terbatas dalam kurikulum pendidikan hukum.
Pada kesempatan ini, peserta diperkenalkan dengan gagasan pengembangan kompetensi Legal AI & Technology melalui pemaparan program dan materi pengantar mengenai penggunaan AI dalam ruang kerja hukum. Kegiatan juga menghadirkan sesi fasilitasi yang membahas AI Governance, Ethics & Indonesian Law, serta diskusi mengenai pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi, etika, dan keterampilan profesional dalam praktik hukum.
Salah satu inisiatif yang diperkenalkan adalah rancangan kurikulum Legal Prompt Engineer yang dikembangkan oleh ALPEI. Kurikulum tersebut dirancang dalam dua tahap kompetensi, yaitu Fondasi dan Rekayasa, dengan total 12 mata kuliah. Ke depannya, rancangan ini diarahkan untuk menjadi dasar pengembangan program pembelajaran dan pilot project yang akan menguji relevansi materi, metode pembelajaran, serta kebutuhan kompetensi Legal AI bagi mahasiswa hukum.
Melalui Inventra Law Edu, Inventra Mega Business memandang Project Solivasi sebagai langkah awal untuk memperkenalkan arah pengembangan edukasi hukum yang adaptif terhadap transformasi teknologi. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi kolaborasi dan pelaksanaan berbagai program lanjutan yang mempertemukan mahasiswa, praktisi hukum, institusi pendidikan, dan pengembang teknologi dalam mempersiapkan masa depan profesi hukum.
